Tentang Sholat Jum'at Baru 2016

5:30 AM
Tentang Sholat Jum'at:
Pada kesempatan kali ini Info Menarik  akan membahas sebuah artikel Islami Tentang Sholat Jum'at, artikel Islami ini berhubungan erat dengan pelaksanaan shalat Jum'at.

 

Tiga perkara- yang menghalangi diterimanya shalat Hadits dari abu Umamah ra, ia berkata:
 Telah bersabda Rasulullah saw: 

"Tiga orang yang shalat mereka tidak melampaui telinga-telinga mereka yaitu Hamba yang melarikan diri hingga kembali, wanita yang bermalam sedang suaminya murka dan imam suatu kaum sedangkan mereka membencinya" (HR Turmudzi, Hadits hasan gharib).

Dalam hadish di atas dikatakan bahwa:  "orang yang shalat mereka tidak melampaui telinga-telinga mereka" adalah suatu khiasan untuk shalat yang tidak diterima Allah yaitu ada tiga perkara. Hamba yang melarikan diri hingga kembali yang bisa berarti Hamba yang lari dari tuannya atau orang-orang yang melarikan diri dari suatu peperangan. Wanita yang bermalam sedang suaminya murka, bisa berarti seorang istri yang menolak ajakan kebajikan dari suaminya atau dia pergi tanpa idzin suaminya sehingga membuat suaminya marah.

 Tentang Sholat Jum'at

Imam suatu kaum sedangkan mereka membencinya yaitu pemimpin yang tidak disenangi oleh rakyatnya mungkin karena ketidak adilannya atau sebagainya. Marilah kita menghindari ketiga perkara di atas sehingga shalat kita tidak sia-sia. Tentang Sholat Jum'at Anjuran meluruskan dan merapatkan shaf dalam berjama’ah Dari al Barra' bin Azib ra, ia berkata: Biasanya Rasulullah saw mendatangi sudut shaf dan meluruskan antara dada-dada ma'mum dan bahu-bahu mereka seraya bersabda: "Janganlah bengkok (barisan kalian) maka akan bengkok pula hati-hati kalian, sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya mendo'akan shaf yang pertama" (HR Ibnu Khuzaimah). 

Hadist shahih di atas merupakan anjuran untuk meluruskan dan merapatkan shaf serta mengisi tempat-tempat yang kosong pada shaf didepan ketika kita shalat berjama'ah yang merupakan salah satu tolok ukur dari kesempurnaan shalat berjama'ah kita. Dan diakhir hadish Rasulullah menekankan lagi tentang keutamaan shaf yang terdepan. Marilah kita berlomba-lomba untuk mendapatkan shaf terdepan dalam shalat berjama'ah dan semoga kita mendapatkan do'a-do'a tersebut.

Peringatan dari meninggalkan shalat berjama’ah Dari Haritsah bin Nu'man ra, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah saw : "Salah seorang diantara kalian mengurusi binatang gembalaannya merepotkannya lalu ia berkata: Sebaiknya saya cari untuk binatang gembalaanku tempat yang lebih banyak rumputnya dari tempat ini, lalu ia berpindah dan (kemudian) ia tidak bisa menghadiri (shalat berjama'ah) kecuali Jum'at, lalu ia berkata: Sebaiknya saya cari untuk binatang gembalaanku tempat yang lebih banyak rumputnya dari tempat ini, lalu ia berpindah dan (kemudian) ia tidak bisa menghadiri Jum'at ataupun shalat berjama'ah lalu (akhirnya) Allah menutup hatinya" (HR Ahmad dari riwayat Umar bin Abdullah mantan budak Ghafrah, hadits in i hasan).

 

Hadits hasan di atas memperingatkan kita atas tertutupnya hati kita sebagai hamba Allah untuk bermunajat kepada Allah swt dikarenakan kesibukan keduniawian kita. Pertama kita lupa akan melaksanakan shalat berjama'ah kemudian lupa untuk shalat Jum'at dan akhirnya kita lupa untuk shalat dan apa itu shalat bahkan lupa pada sang Pencipta kita. Semoga kita dijauhkan dari hal-hal tersebut di atas dan marilah kita saling mengingatkan antar sesama akan hal ini. Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Telah bersabda Rasulullah s.a.w.:

"Ingatlah barangkali salah seorang diantara kalian menjadikan kawanan (gembalaan) kambing di ujung satu mil atau dua mil, lalu urusan padang rumput merepotkannya kemudian semakin naik hingga datang Jum'at tetapi ia tidak bisa datang dan tidak menghadirinya, dan datang Jum'at lagi kemudian ia tidak menghadirinya (lagi) sehingga Allah menutup hatinya" (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad hasan dan Ibnu Khuzaimah di dalam Shahih-nya). 

Semoga hati kita selalu terbuka untuk mendengar panggilan adzan untuk shalat jum’at dan selalu istiqomah untuk melaksanakannya. Dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata: 

"Barang siapa meninggalkan Jum'at tiga kali berturut-turut maka sesungguhnya ia telah mencampakkan Islam di belakang punggungnya. (Diriwayatkan oleh Abu Ya'la secara mauquf dengan sanad shahih)". Semoga kita tidak tergolong orang yang meninggalkan shalat Jum’at. Tiga tingkatan (golongan) orang yang melaksakan shalat Jum’at Dalam salah satu hadists Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah (yang berpendapat hadits ini shahih) dari Abdullah bin Umar ra, Rasulullah bersabda bahwa ada tiga tingkatan / jenis orang yang menghadiri jum'at yaitu : Orang yang menghadirinya dengan sia-sia, dan baginyalah kesia-siaan itu Orang yang menghadirinya dengan berdo'a, tergantung kepada Allah swt lah pengabulan do'anya. 

 

Orang yang menghadiri, mendengarkan dan diam serta tidak melangkahi pundak seorang muslim dan tidak menyakiti siapapun, maka Allah swt akan memberikan ampunan dosa baginya hingga Jum'at berikutnya ditambah tiga hari (10 hari berikut) sesuai dengan firman Allah " Barangsiapa membawa amal yang baik baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya" (QS 6:160) (Menurut Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hadits ini hasan) Dari ketiga golongan di atas mungkin dapat dijelaskan sbb : Golongan pertama merupakan orang yang datang ke masjid untuk Jum'atan karena keterpaksaan, datang terlambat, tidak mendengarkan khutbah dan bahkan tidur ketika khutbah dikumandangkan, dan hanya menghadiri shalat Jum'at karena ritualnya saja, tanpa bersungguh-sungguh menghayatinya. Golongan kedua merupakan sekelompok orang-orang yang sudah memenuhi segala aspek-aspek persyaratan shalat Jum'at dari mendengar khutbah, shalat yang benar, berdo'a, tetapi masih melupakan hal-hal yang cukup esensial didalam melaksanakan shalat Jum'at, seperti menyempurnakan wudhu', membersihkan diri sebelumnya, berusaha mendapatkan syaf yang terdepan dsb.

 
Golongan ketiga yaitu orang-orang yang sungguh-sungguh dalam menghadapi shalat Jum'at. Mereka benar-benar menyiapkan diri untuk melakukannya, sebagaimana yang dikatakan Rasulullah bahwa hari Jum'at itu adalah hari besarnya ummat Islam (hari berjama'ah / berkumpul), mereka membersihkan diri, berusaha datang seawal mungkin untuk mendapatkan syaf terdepan, berdzikir sebelum shalat dimulai, mengikuti khutbah dengan seksama dan menghayatinya dan seterusnya. Marilah kita renungkan termasuk tingkatan golongan manakah kita ? Jika kita masih merasa jauh dari golongan yang ketiga, marilah kita berusah untuk mencapainya. Semoga shalat Jum'at kita tidak sia-sia. Tatakrama dalam shalat Jum’at Mungkin suatu ketika kita dengan tidak sengaja datang terlambat ke masjid (karena sesuatu hal) untuk menunaikannya shalat Jum'at sehingga kita tidak mendapatkan tempat. Janganlah kita berusaha untuk mendapatkan tempat dengan menggeser-geser saudara kita yang lain dan mengganggu kekhusukannya beribadah dan bahkan kita melangkahi mereka yang telah dahulu datang, kecuali memang ada tempat yang lowong yang dapat diisi. Peringatan ini diabadikan dalam hadits shahih dari Abdullah bin Busri ra yang mengatakan: Seseorang datang seraya melangkahi pundak orang-orang di hari Jum'at ketika rasulullah saw sedang berkhutbah, lalu Rasulullah bersabda: "Duduklah sesungguhnya kamu telah menyakiti dan datang terlambat" (HR Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban). Untuk itu seyogyanyalah kita datang untuk memenuhi panggilan shalat Jum'at ini lebih awal sehingga mendapatkan tempat dan jika memungkinkan pada syaf yang terdepan (atau yang lowong).

Jika kita terlambat ambillah tempat yang kosong dan usahakan tidak mengganggu saudara-saudara yang lain beribadah dan jika memang ada tempat yang lowong dan harus melintasi orang-orang tersebut makan permisilah dengan baik sehingga kita tidak menyakitinya. Keutamaan mandi dan datang awal untuk shalat Jum’at Dari abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa mandi hari Jum'at sebagaimana mandi janabah, kemudian berangkat ke masjid sa'at yang pertama, maka ia seperti berqurban seekor onta, dan barangsiapa yang berangkat ke masjid sa'at yang kedua, maka ia seperti berqurban seekor sapi, dan barangsiapa yang berangkat ke masjid sa'at yang ketiga, maka ia seperti berqurban seekor kibas yang bertanduk, dan barangsiapa yang berangkat ke masjid sa'at yang keempat, maka ia seperti berqurban seekor ayam, dan barangsiapa yang berangkat ke masjid sa'at yang kelima, maka ia seperti berqurban sebiji telur, apabila imam keluar maka para malaikat datang mendengarkan peringatan" (HR Malik, Bukhari, Abu Dawud, Turmudzi, Nasa'i dan Ibnu Majah).
 

Hadits di atas merupakan stimulan bagi kita untuk membersihkan diri sebelum datang ke masjid untuk shalat berjamaah dan berusaha untuk datang lebih awal dan mengejar syaf pertama. Selain itu hadits ini juga memperingatkan atas melalaikan untuk datang ke masjid untuk shalat Jum'at (terlambat). Dalam riwayat lain menyatakan bahwa jika kita datang setelah imam (khatib) berkhutbah maka malaikat telah menutup lembaran-lembaran catatan amalannya, sehingga akan sia-sialah Jum'atan kita. Untuk itu marilah kita menjaga waktu shalat kita dan juga saling mengingatkan kepada saudara muslim yang lainnya dalam menuju ketaqwaan dan hingga amal yang kita lakukan juga tidak sia-sia. Anjuran membersihkan diri dalam menghadiri Jum’at Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah saw:
  "Sesungguhnya ini hari raya yang dijadikan Allah untuk kaum muslimin, barangsiapa yang menghadiri Jum'at maka hendaklah dia mandi, dan jika ia punya wewangian maka hendaklah ia menyentuhnya dan hendaknya kalian bersiwak" (HR. Ibnu Majah dengan sanad hasan).

 Hadits hasan di atas mengingatkan kita bahwa hari Jum'at itu adalah hari raya bagi kita dan hendaklah kita membersihkan diri untuk menyambutnya dan memakai wewangian. Bagi kita yang harus kekanto dan kemungkinan tidak bisa mandi di kantor hendaknya kita niatkan di pagi harinya, bahkan syukur-syukur kita bisa mandi, tetapi setidak-tidaknya kita bersiwak (gosok gigi). 

Semoga Allah melihat kesungguhan kita dalam menyambut hari raya (jum'at) setiap minggunya. Sahabat-sahabat sekalian, berikut ini adalah salah satu hadits sahih yang menguatkan hadits hasan yang pernah disampaikan sebelumnya tentang mengemarkan mandi, bersiwak dan memakai wewangian pada hari Jum'at. Dari Abu Sa'id al Khudri ra dari Rasulullah saw beliau bersabda: "Mandi hari Jum'at adalah wajib atas setiap yang sudah mimpi, bersiwak dan menggunakan wewangian sedapatnya" (HR. Muslim dan lainnya). 
 

Hadits di atas menyatakan mandi hari Jum'at adalah wajib bagi yang mimpi, ini berarti adalah mandi besar (Janabah) selayaknya mandi ketika berhadas besar. Jika kita merujuk pada hadits sebelumnya, Rasulullah saw sangatlah menganjurkan untuk mandi sebelum Jum'at yang mungkin bisa diartikan sebagai Sunnah Muaqqadah (hampir wajib), begitu juga dengan bersiwak dan memakai wewangian. Tetapi jika mengingat bahwa hari Jum'at (Yaumul Jum'ah, hari berjama'ah) itu adalah salah satu hari besar (raya) bagi ummat Muslimin, maka memang sudah sepantasnyalah kita bersiap-siap untuk merayakannya dengan datang ke masjid lebih istimewa dengan melakukan hal-hal di atas tadi. Itulah postingan Alan Blog pada kesempatan kali ini Tentang Sholat Jum'at, semoga apa yang kita baca pada kesempatan kali ini bisa bermanfaat dan menjadikan kita lebih baik. Sekain dan terima kasih.

Baca Juga:
1. Fakta Tentang Iklan Online, Anda Pasti Kaget?
 2. Cara Rahasia Belajar Internet Marketing
3. Trik Edan Mengalahkan  Pesaing Bisnis Baru 2016.
Tag: Islam

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Artikel Pilihan